Borneo FC Bersyukur Subsidi Dibayar Full

Borneo FC lega pembayaran subsidi tahap dua diberikan tanpa pemotongan. (Dian Adi/ Disway Kaltim)

Samarinda, Diswaykaltim.com – Rapat umum pemegang saham (RUPS) Luar Biasa PT LIB yang berlangsung Senin (18/5/2020) lalu memang tak sesuai harapan. Dua agenda utama, yakni kepastian kompetisi dan pembayaran subsidi tak jadi dibahas mendalam sebab terjadi aksi pengunduran diri dari beberapa petinggi PT LIB di rapat tersebut.

PSSI sendiri sejatinya telah menitipkan pembahasan pembayaran subsidi pada klub Liga 1 dan 2. Tahu tak mendapat banyak porsi dipembicaraan, Selasa (19/5) PSSI melalui ketua umumnya, Mochamad Iriawan segera memerintahkan kepada PT LIB untuk segera melakukan pembayaran subsidi pada klub. Sorenya, Plt. Sekjen PSSI Yunus Nusi menginformasikan bahwa pembayaran sudah selesai.

Jumat (22/5/2020) pagi, Borneo FC Samarinda mengkonfirmasi jika mereka sudah menerima dana subsidi dari PT LIB. Jumlahnya Rp 520 juta.

“Terus terang apa yang diberikan oleh PT LIB sangat membantu kami di situasi sulit seperti saat ini,” Presiden Borneo FC, Nabil Husein bersyukur.

“Tentu bukan hanya kami yang mengalami kesulitan finansial akibat pandemi. Tapi semua klub. Makanya kami sangat senang PT LIB memenuhi janjinya untuk segera melunasi subsidi termin kedua ini,” lanjutnya.

Ya, PT LIB memang baru membayarkan satu termin (periode Maret) dari seharusnya dua termin. Keterlambatan ini ditengarai dari upaya PT LIB untuk memotong nominal subsidi. Pada 4 Mei 2020 lalu, PT LIB sempat bersurat pada PSSI. Terdapat 4 poin penting. Soal subsidi sendiri terdapat pada nomor 2 poin b yang berbunyi;

PT Liga Indonesia Baru telah melakukan penghitungan berdasarkan laporan arus kas/proyeksi keuangan yang ada, terkait hal ini LIB akan melakukan pembayaran 67% atas kontribusi komersial tahap 2 (dua) kepada seluruh klub peserta kompetisi Shopee Liga 1 tahun 2020 sehingga setiap Klub menerima Rp 350.000.000,- untuk totalnya 18 Klub sebesar Rp 6.300.000.000,- dan pembayaran 40% atas kontribusi komersial tahap 1 (satu) kepada 18 Klub Liga 2 2020 sehingga setiap Klub menerima Rp 100.000.000,- untuk totalnya 18 Klub sebesar Rp 1.800.000.000,- sedangkan 6 (enam) Klub Liga 2 sebelumnya sudah diberikan subsidi.

Namun upaya pemotongan itu langsung dijegal sehari setelahnya oleh PSSI. Dengan begitu PT LIB masih berkewajiban membayar subsidi pada klub Liga 1 sebesar Rp 520 juta setiap terminnya.

“Kompetisi saat ini memang dihentikan. Tapi saya pikir tak bisa juga PT LIB melakukan pemotongan subsidi saat klub sangat membutuhkan finansial,” kata Nabil merujuk setiap tim Liga 1 termasuk Borneo FC kini tak bisa lagi mendapat pemasukan dari sektor manapun. Padahal operasional klub dan pembayaran gaji pemain serta staf masih terus ditunaikan.

“Syukurlah pemotongan tak dilakukan. Saya juga berharap, semoga ke depan PT LIB bisa lebih profesional dalam menunaikan tanggung jawabnya. Jangan hanya klub diminta profesional dari segala aspek. Tapi operator kompetisinya justru tak memberi contoh baik,” tutup Nabil. (ava/fdl)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*