Lemang Jadi Makanan Wajib di Idulfitri Keluarga Pak Rambo

Pak Rambo saat membuat lemang. (Andrie/Disway)

Balikpapan, Diswaykaltim – Lemang merupakan makanan tradisional yang selalu dinanti saat hari Raya Idulfitri, terutama bagi keluarga Raup L alias pak Rambo (59).

Makanan tradisional berbahan baku beras ketan yang dimasak dengan cara dibakar ini merupakan salah satu panganan hari raya yang wajib ada bagi keluarganya.

Meski makanan tersebut bukan merupakan masakan tradisional khas Balikpapan, Kalimantan, namun penganan tersebut sudah sangat familiar bagi keluarga pak Rambo.

“Setiap lebaran tiba saya pasti buat ini. Keluarga senang aja makan ini,” ujarnya, Senin (25/5/2020).

Makanan asalnya Provinsi Sumatera Barat ini menjadi kewajiban hidangan yang ada dirumah pak Rambo. Dalam hari raya idulfitri, pak Rambo selalu membuat lemang. Sudah 7 tahun Ia membuat lemang untuk disuguhkan kepada keluarga besarnya ini.

Lanjut warga Jalan Sultan Hasanudin RT 2 Kelurahan Kariangau, Balikpapan Utara ini proses pembuatan lemang terlihat gampang namun sulit dikerjakan. Karena proses pembuatan lemang tidak hanya membakar beras ketan. Namun, terdapat beberapa tahapan dan proses agar lemang terasa lembut dan gurih.

Dijelaskannya membuat lemang menggunakan media bambu. Bambu yang digunakan merupakan bambu pilihan, dimana bambu tersebut tidak boleh terlalu tebal, tujuannya agar proses memasak lemang tidak memakan waktu yang lama dan matangnya merata.

“Pertama bambu di potong seukuran satu ruas bambu dengan panjang antara 30-40 centimeter,” jelasnya.

Selanjutnya bagian dalam bambu dibersihkan dengan menggunakan kain. Setelah bambu bersih setiap sisi dibagian dalam bambu diberi daun pisang. Setelah daun pisang terpasang degan rapi didalam bambu dimasukkan beras ketan dan disiram dengan santan kelapa.

Selanjutnya bambu-bambu yang telah berisi beras ketan dan disiram santan kelapa diletakkan di tungku yang dirangkai khusus untuk dibakar. Api yang digunakan untuk membakar lemang tidak boleh terlalu besar dan tidak boleh terlalu kecil. Selama proses pembakaran, posisi bambu harus terus di ubah agar ketan yang ada didalamnya masak merata.

Setalah ketan masak dengan ciri-ciri daun pisang telah menguning layu, maka api dapat dipadamkan dan kue ketan harus didinginkan terlebih dahulu sebelum di angkat.

“Proses pendinginan memakan waktu sekitar satu jam, dari awal proses pembuatan lemang sampai dengan proses pendinginan memakan waktu sekitar 2,5 sampai dengan 3 jam,” tambah pak Rambo.

Dalam membuat lemang ini pak Rambo bisa menghabiskan sekitar 5 kilogram beras ketan dan menghasilkan lemang sebanyak 7-9 bambu.

“Sekali buat bisa untuk tiga hari lah, jadi keluarga yang datang bisa puas makan,” jelasnya. (Bom/hdd)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*