Warga Binaan Rutan Balikpapan Lebaran Melalui Video Call

Warga binaan Rutan Klas II B Balikpapan tengah melakukan video call bersama keluarganya. (Andrie/Disway)

Balikpapan, Diswaykaltim – Suasana berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya saat melaksanakan hari raya idulfitri di Rumah Tahanan Klas II B Balikpapan.

Jika ditahun-tahun sebelumnya para warga binaan bisa melepas rindu penuh kasih sayang ditengah hidangan yang diinginkannya, pemandangan berbeda terlihat pada lebaran kali.

Ratusan warga binaan Rutan Klas II B Balikpapan bahkan tak bisa menyentuh sanak keluarganya secara langsung, namun hanya hidangan makanan keinginannya saja yang bisa dirasakan menghampiri.

Ya, sejak pandemi COVID-19 terjadi memang ada sedikit pembatasan yang dilakukan oleh Rutan Klas II B Balikpapan, hal ini guna pencegahan masuknya virus mematikan ini masuk kedalam Rutan.

Sejak Minggu (24/5/2020) hingga Senin (25/4/2020) ini para warga binaan hanya diberi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan keluarga mereka melalui video call saja.

Satu-persatu warga binaan setiap bloknya menunggu giliran untuk melihat istri atau suami serta anak-anak mereka, bahkan ada yang menanti untuk memohon maaf kepada orang tua mereka.

“Lebaran sekarang tidak ada kunjungan mas. Karena menjaga penyebaran COVID-19, kita hanya memberlakukan penitipan makanan saja,” ujar Kepala Rutan Klas II B Balikpapan, Sopiana, Senin (25/5/2020).

Lanjut Sopiana, setiap warga binaan yang melakukan video call bersama keluarganya diberi kesempatan masing-masing 5 hingga 10 menit. Hal ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga binaan tersebut untuk melepas rindu kepada keluarganya.

“Kita ada siapkan 15 unit sarana video call bagi seluruh warga binaan,” jelasnya.

Tidak hanya memfasilitasi video call saja, pihak Rutan pun masih memperbolehkan pihak keluarga mengirimkan hidangan makanan untuk warga binaan Rutan.

“Kita juga masih bolehkan keluarga mereka kasih makanan,” tambahnya.

Hanya saja untuk pengiriman makanan ini Rutan Klas II B Balikpapan memeriksanya dengan sangat ketat. Bahkan pengirimnya pun tak luput dari pemeriksaan petugas.

“Setiap barang yang masuk akan didata petugas dan diaortir terlebih dahulu agar menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” tegas Sopiana. (Bom)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*