New Normal Balikpapan Menunggu Pekan Depan

GARDA TERAKHIR: Petugas medis sering disebut sebagai garda terdepan dalam memerangi pandemi ini. Padahal, tim kesehatan berada di garda terakhir. Di fase ketika orang-orang telah terjangkit. Garda terdepan yang sebenarnya ada di gerbang masuk suatu daerah; pelabuhan dan bandara. Tampak petugas medis menyajikan makanan ke ruang isolasi Rumah Sakit Dr R Hardjanto, Klandasan Ulu, Balikpapan, Kamis (28/5). (Andi Muhammad Hafizh/Disway)

— 

Balikpapan, Diswaykaltim.com – Penerapan new normal di Kota Beriman masih harap-harap cemas. Sebab, salah satu syaratnya, grafik kasus COVID-19 harus turun. Ditandai dengan angka R-Nought atau RO di bawah 1 persen.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, saat ini grafik RO Balikpapan masih 1 persen. Dirinya memantau perkembangan sepekan ke depan. Apakah grafik RO turun atau justru naik.

“Kami tunggu sambil menyusun panduan protokol new normal. Yang sudah dibuat Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja dan Gugus Tugas Pusat,” jelasnya.

Ia juga mengkaji perizinan rumah ibadah dan pertokoan. Termasuk penyekatan jalan yang telah berlangsung selama ini.

“Kami harap masyarakat ikut menerapkan protokol kesehatan. Supaya grafik RO turun. Di bawah 1 persen,” ucapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, grafik RO untuk menilai sejauh mana terjadi penularan. Dari pasien terkonfirmasi positif. Kepada orang sekitar.

“Contohnya pekan pertama ada enam kasus. Dari enam kasus yang ditularkan dua. Grafik RO 0,33 persen. Untuk data, kami ambil per minggu. Karena kalau bikin harian, ini panjang sekali. Selama tiga bulan,” ujarnya.

Kasus penularan COVID-19 pernah menurun. Pada periode 20-27 April. Namun naik pada 4-10 Mei. Yakni tiga kasus. Menularkan lima orang atau 1,67 persen.

“Mudahan enggak naik lagi. Pada 25-27 Mei ini ada empat kasus positif baru. Dari empat itu diharapkan tidak ada penularan,” jelasnya.

*

Perkuat Puskesmas

Rizal tengah menyiapkan instansi pelayanan publik yang akan dilibatkan dalam penerapan new normal nanti. Di antaranya Puskesmas. Untuk mendukung penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Termasuk kelurahan yang akan menerapkan program siaga COVID-19 di masing-masing wilayah.

“Puskesmas, kelurahan, PKK dan RT akan diperkuat. Sebab nanti penanganannya lebih banyak di sana. Konsep PHBS banyak diterapkan di PKK,” jelasnya.

Rizal mulai mempertimbangkan untuk mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) bekerja di kantornya, setelah ada kebijakan new normal.

“WFH (work from home) tetap jalan. Sebagian di rumah, sebagian bekerja di kantor. Nanti diatur biar tidak sesak,” imbuhnya.

Rizal akan membahas sejumlah kebijakan. Supaya setiap kantor dapat menerapkan PHBS ketika new normal diberlakukan.

Ia mengimbau warga tetap cuci tangan dan jaga jarak. “Jangan mengendurkan protokol kesehatan. Tetap di rumah,” pungkasnya.

*

Geber Tes Massal

Pemkot siapkan 4 ribu rapid test. Sebagian besar untuk keperluan screening massal di tempat-tempat keramaian, seperti di pasar dan mal.

Kepala Diskes Balikpapan Andi Sri Juliarty menyebut, sampai saat ini tim gugus tugas menggunakan sekitar 700 unit rapid test, dari 4 ribu alat yang disiapkan.

Sebagian alat didapat dari Pemprov Kaltim. Sebagian lagi dari pemerintah pusat. “Bertambah terus. 4 ribu alat itu untuk dua pekan ke depan,” ujarnya.

Juliarty menyebut, rapid test massal adalah bagian dari penerapan Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Nomor 0107, yang mengatur aktivitas sektor perkantoran dan industri.

Kemudian Permenkes Nomor 0207 mengatur antisipasi kewaspadaan aktivitas di sektor perdagangan.

Pengawasan permenkes dilakukan gugus tugas terpadu. Dengan menganjurkan pelaku usaha menyiapkan fasilitas pendukung. Di tempat usahanya masing-masing. Seperti alat pengukur suhu, menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Dari observasi Juliarty, kebanyakan pusat perbelanjaan dan rumah makan masih kurang memaksimalkan imbauan physical distancing. “Tempat duduk harus berjarak,” ungkapnya.

Jika tidak mampu mengatur jarak, kata Juliarty, sebaiknya rumah makan menggunakan jasa kurir. “Di dalam keputusan Kementerian Kesehatan diutamakan tidak makan di tempat,” ungkapnya.

*

Batasi Jumlah Pengunjung Mal

Pemkot Balikpapan menyusunkan sejumlah protokol. Untuk menindaklanjuti rencana pembukaan sejumlah pusat perbelanjaan dan mal di tengah pandemi.

Salah satunya dengan meningkatkan batasan suhu tubuh. Bagi pengunjung yang akan memasuki pusat perbelanjaan. Batasan suhu tubuh maksimal yang dibolehkan tidak lebih dari 37,3 derajat.

Kepala Diskes Balikpapan Andi Sri Juliarty mengatakan, setiap pengelola pusat perbelanjaan dan mal lebih ketat memeriksa suhu tubuh pengunjung di pintu masuk. Mereka diminta menyediakan tempat cuci tangan. Serta mewajibkan pengunjung selalu memakai masker selama di area.

Dia meminta pengelola pusat perbelanjaan mengatur tempat duduk dengan jarak tertentu.

“Di area kasir dibuatkan tempat menunggu dengan jarak,” jelasnya.

Aries Adriyanto, general manager Plaza Balikpapan sudah mempersiapkan protokol kesehatan yang diminta itu.

“Tinggal melengkapi yang kurang saja,” ujarnya.

Ia akan membatasi jumlah pengunjung yang boleh masuk. Sehingga jarak pengunjung dapat diatur.

“Hanya 50 persen yang dibolehkan masuk. Biasanya sebelum pandemi tercatat 21 ribu pengunjung per hari,” tambahnya.

Untuk jam operasional, ia menaati kebijakan pemkot. Yakni dari pukul 11.00-19.00 Wita. (ryn/bom/hdd)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*