Lelang Jabatan Eselon II Kabupaten PPU, Tes Tahapan Akhir Diikuti 12 Peserta

Sekda Kabupaten PPU, Tohar. (Robbi/Disway Kaltim)

PENAJAM, DiswayKaltim .com– Dua belas peserta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur (Kaltim) menjalani tes tahapan terakhir.

Diketahui, seleksi lelang jabatan itu untuk mengisi empat jabatan eselon II yang hingga kini diduduki oleh pelaksana tugas (Plt).

Yaitu, kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar), kepala Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD), asisten I Setkab PPU serta kepala BKPSDM PPU.

Sekretaris Daerah PPU Tohar usai tes menjelaskan, tes tersebut merupakan tahapan terakhir. Sebelumnya telah ada penilaian terkait beberapa kompetensi.

Selanjutnya, pihaknya dari panitia seleksi (Pansel) melanjutkan dengan melakukan pendalaman. Terkait kapasitas dan kompetensi lewat kompetensi konseptual atau bekerja dalam tulisan.

“Pendalaman itu bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kapasitas dia sebagai calon pimpinan kepala SKPD,” kata Tohar, yang juga menjabat ketua panitia seleksi (Pansel), Rabu (3/6).

Pendalaman tersebut dilakukan dua hari pada 2-3 Juni 2020 lalu dengan total peserta awal 13 orang. Namun satu peserta menyatakan mundur. Jadi yang mengikuti proses itu hanya 12 peserta.

“Sementara 1 peserta yakni Arifin dari Satpol PP PPU mengundurkan diri. Kemarin kita tes ada 7 peserta, hari ini 5 peserta,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam minggu-minggu ini tahapan proses seleksi lelang jabatan tersebut akan dilakukan kalkulasi hasil dari tes para peserta.

Pada prosesnya, sejak awal lelang jabatan ini diikuti oleh 14 peserta. Terbagi di empat jabatan yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Sebelumnya telah ada satu peserta di tengah tahapan menyatakan mengundurkan. Yakni Zulkarnain dari DPMPD Kabupaten Paser. Dalam surat pengunduran diri pun tidak dijelaskan alasan mundur dari seleksi.

Setelahnya, baru Arifin yang mencalonkan diri sebagai Kepala BPBD mundur dari kualifikasi tersebut.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Arifin yang saat ini menjadi Sekretaris Satpol-PP PPU itu tak berkomentar banyak terkait pengunduran dirinya tersebut. Ia mengatakan menyatakan mengundurkan diri karena alasan pribadi.

“Karena ada permintaan dari keluarga. Kalau istri bilang tidak usah ikut, ya karena sudah tidak didukung istri, jadi saya mundur tadi (kemarin),” ucap Arifin. (rsy/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*