RS Pratama Sepaku Beroperasi Tunggu Corona Mereda

Kadiskes PPU Arnold Wayong

PENAJAM, DiswayKaltim.com – Rencana memfungsikan Rumah Sakit (RS) Pratama Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali tertunda.

Kali ini musababnya ialah masa pandemi Coronavirus Disease (COVID-19). Sebelumnya, Pemkab PPU optimistis rumah sakit tipe D akan beroperasi pada akhir 2019. DPRD PPU pun berharap RS itu segera dioperasikan. Untuk melayani pengobatan dan perawatan kesehatan masyarakat di daerah itu.

Hal itu disampaikan saat paripurna penyampaian rekomendasi pansus LKPJ tahun anggaran 2019. Setidaknya dalam tahun ini sudah mulai membuka pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) PPU Arnold Wayong menuturkan, hambatan awal ialah soal tenaga medis yang bakal bekerja di rumah sakit tersebut.

Sekira 20 tenaga medis pada awal tahun wajib mengikuti Pelatihan Paling Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) atau pra-jabatan sebelum bekerja di RS tersebut.

“Sudah mau kita resmikan. Tapi, hambatan saat itu, pada awal tahun adalah semua pegawai yang ASN harus mengikuti pra-jabatan,” ungkap Arnold ditemui di ruangannya, Kamis (4/6).

Arnold menjelaskan, pra-jabatan itu sebagai syarat utama diangkat 100 persen menjadi PNS.

“Jadi itu hak mereka. Mereka harus mengikuti itu selama 3 bulan. Sementara selama masa itu belum selesai, terjadilah wabah COVID-19 ini,” imbuhnya.

Sehingga, lanjut Arnold, pihaknya mengonsultasikan hal itu ke Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) dengan segala masukan-masukannya. Terangnya, bupati menyampaikan untuk mengurus proses kelanjutannya setelah masa COVID-19 ini berakhir. “Baru kita pikirkan untuk mengoperasionalkan itu,” tandasnya.

Hingga saat ini, selama belum beroperasinya RS yang dekat dengan lokasi bakal ibu kota negara (IKN) baru. Tenaga medis masih diperbantukan ke puskesmas-puskesmas yang ada di PPU. Beberapa  di antaranya sempat menjalani masa pra-jabatan di RSUD Ratu Aji Putri Botung.

Lebih lanjut, Arnold menegaskan, terkait tenaga medis, fisik bangunan serta alat pendukung di RS yang mampu menampung 40 pasien rawat inap tersebut telah siap. Jadi hanya tinggal menunggu proses saja yang akan dilanjutkan usai masa pandemi.

Termasuk, perbaikan akses jalan masuk ke RS sepanjang 200 meter yang telah masuk pada alokasi APBD perubahan 2019.

“Kita juga sempat kita menunggu di awal Februari itu adalah, jalan masuknya untuk ditingkatkan. Agar lebih baik. Juga untuk materialnya oleh UPT Dinas PU untuk dicurahkan ke jalan itu. Agar saat hujan tetap bisa dilalui. Jadi secara umum, semua sudah siap,” demikian Arnold.

Untuk diketahui, RS tersebut akan melayani pemeriksaan umum, gigi, radiologi, apotik, depo farmasi, hingga layanan operasi. Pembangunan fisik RS yang dibangun di atas lahan seluas 3 hektare ini menggunakan dana alokasi khusus (DAK) yang memakan anggaran sekira Rp 8,3 miliar dan rampung akhir 2017. (rsy/eny)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*